Usulan Kriteria Penilaian Makalah Terbaik

Terbitan kali ini cukup membuat dewan redaksi sedikit merasa lega karena dapat menampilkan karya-karya penulisnya untuk menuangkan hasil penelitiannya sebagai imbangan kelangkaan tulisan tinjauan pustaka dan laporan kasus atau seri kasus. Karena seluruh karya yang tertampilkan berasal dari domain keilmuan urologi, maka terbitan kali ini dapat kami beri label edisi urologi. Bravo keilmuan urologi!

Dalam setiap terbitan utama jurnal ilmiah terakreditasi, jumlah atau persentasi artikel asli yang adalah artikel yang menyajikan hasil penelitian dapat menjadi ukuran kualitas jurnal. Banyaknya artikel asli dapat menjadi cermin tingginya proses peer reviewing dalam proses penerbitan jurnal. Tentu saja kondisi tersebut akan sangat ditentukan oleh segmen pembaca yang sudah memiliki mental berlomba dalam menyajikan hasil karya ilmiahnya. Sebuah jurnal ilmiah nasional seperti Jurnal Ilmu Bedah Indonesia boleh jadi memiliki pembaca yang dapat meliputi hampir seluruh komunitas dokter spesialis bedah di Indonesia, namun keberadaannya akan masih sangat rentan terhadap kritik akan kualitas dan terlebih lagi keteraturan terbitnya sesuai dengan waktunya bila segmen pembaca yang bermental berlomba tidak cukup besar jumlahnya.

Dalam setiap acara Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Muktamar IKABI, selalu terselenggara sesi makalah bebas yang juga menjadi arena perlombaan menampilkan karya tulis ilmiah terbaik. Setidaknya perlombaan tersebut sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Walaupun semua penampil adalah orang-orang muda yang sering diberi label peneliti muda, selalu saja ada penampil karya dengan kualitas riset yang baik. Akan sangat membanggakan bila para penampil tersebut juga sudah memiliki mental berlomba dan didukung oleh para pembimbingnya yang menularkan mental berlomba tersebut. Memang bagi kebanyakan penampil, tidak kecil jumlah mereka yang mengajukan karyanya dengan semangat menyelesaikan tugas membaca makalah sebagai bagian persyaratan pendidikannya untuk menjadi dokter spesialis. Mereka tidak memiliki kepedulian pada penilaian kualitas makalah, dan bahkan tidak mencatat kritik dan saran ilmiah atas makalah mereka yang disampaikan oleh peserta PIT dan pakar sebagai upaya perbaikan tulisannya. Bisa diduga bahwa makalah mereka tidak akan pernah diupayakan untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

Sorotan kali ini tertuju bagi para peneliti muda dan senior yang memiliki mental berlomba. Ada banyak pertanyaan dalam benak mereka mengenai apa saja kriteria penilaian makalah terbaik. Dari kepanitiaan ke kepanitiaan hampir selalu terjadi perubahan kriteria penilaian perlombaan tersebut, tergantung kepada dewan pakar yang bekerja dalam seksi ilmiah. Ada baiknya bila begitu banyak model susunan kriteria penilaian makalah terbaik tersebut dibahas oleh PP IKABI untuk ditentukan kriteria baku yang dapat menjadi acuan dan tentu dapat selalu disertai dengan proses up-dating.

Berikut ini adalah usulan yang dapat dikritik dalam forum seksi ilmiah PP IKABI untuk dapat diperoleh format yang lebih baik.

Kriteria Penilaian Presentasi Makalah Bebas Terbaik A

Kriteria Penilaian Presentasi Makalah Bebas Terbaik B

(Dipublikasikan ulang dengan izin dari Jurnal Ilmu Bedah Indonesia)

About dr. Teddy

A plastic surgeon specializing in microsurgery, hand surgery, and aesthetic surgery
This entry was posted in Academics and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>