Prosedur Bedah Plastik untuk Remaja

Beberapa prosedur bedah plastik ditujukan untuk mencapai penampilan yang lebih muda, misalnya facelift (pengencangan wajah), blefaroplasti, dll. Meskipun demikian, sebenarnya kebutuhan untuk memiliki penampilan yang yang menarik dan proporsional tidak terbatas pada dewasa, tetapi juga remaja. Sebuah survei yang diadakan oleh Girl Guiding UK menunjukkan bahwa sejumlah besar remaja putri berusia 16-21 tahun mempertimbangkan untuk menjalani prosedur bedah plastik. Dua persen dari anak berusia 7-11 tahun tidak senang dengan penampilan mereka, dan angka ini meningkat menjadi 11% pada anak berusia 11-16 tahun.

Bedah plastik estetik adalah salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh penampilan yang lebih menarik. Kini jumlah permintaan untuk bedah plastik dari kalangan remaja estetik meningkat secara berkesinambungan. Peningkatan ini tidak hanya dijumpai di Eropa tetapi juga di negara-negara Asia. Meskipun demikian, permintaan demikian tidak dijumpai di kalangan remaja Indonesia, walaupun angka pastinya tidak diketahui. Bila ada, permintaan biasanya berasal dari orang tua pasien. Diperkirakan hal ini disebabkan oleh perbedaan budaya.

Indonesia cenderung lebih konservatif daripada negara-negara Asia tetangganya, misalnya Singapura. Bahkan pada kalangan ekonomi atas, bedah estetika tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus dilakukan segera, melainkan dapat menunggu sampai sang remaja tumbuh dewasa. Hanya kalangan tertentu masyarakat, seperti public figure, yang menganggap lebih baik bila prosedur tersebut segera dilakukan agar remaja dapat terlihat cantik sejak dini.

Di Singapura dan Inggris, di mana terdapat lebih banyak pasien bedah plastik usia remaja daripada Indonesia, kandidat biasanya berusia sekitar 16-18 tahun. Pada masa ini, kebanyakan remaja telah cukup matang dan mampu memahami apa yang mereka sukai atau tidak sukai pada diri mereka. Dari sudut pandang dokter bedah plastik, usia yang tepat untuk menjalani prosedur bedah plastik tergantung bagian tubuh yang akan dikoreksi. Contohnya, blefaroplasti untuk membuat lipatan kelopak mata atas dan operasi perbaikan telinga dapat dilakukan pada remaja karena bagian tersebut telah bertumbuh secara maksimal. Di sisi lain, augmentasi payudara tidak cocok dilakukan pada remaja karena bagian tersebut belum tumbuh maksimal sehingga hasil operasi tidak dapat diprediksi.

Terdapat beberapa alasan mengapa remaja ingin menjalani prosedur bedah plastik estetik. Kadang remaja rentan berasa kurang percaya diri dan ingin menjadi seseorang. Misalnya, seorang remaja dapat merasa rendah diri bila dia memiliki telinga yang besar yang tidak dia lihat pada  orang lain. Belum lagi jika dia diperolok oleh teman-temannya, sehingga sang anak sulit bergaul dengan temannya. Dalam kasus ini, otoplasti (operasi perbaikan telinga) dapat dipertimbangkan. Alasan lain adalah bahwa masa remaja merupakan saat di mana mereka ingin tampil menarik di mata lawan jenisnya.

Walaupun remaja diperbolehkan menjalani prosedur bedah plastik estetik sebagaimana dewasa, terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dipersiapkan untuk dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Remaja yang ingim menjalani prosedur estetik harus tahu benar apa yang dia inginkan dan mengerti sepenuhnya mengenai prosedur yang akan dia jalani. Kandidat yang berusia di bawah 21 tahun harus memperoleh persetujuan operasi dari orang tua atau wali mereka. Remaja sering mengeluhkan masalah yang berbeda dari orang dewasa. Saat konsultasi, mereka sebaiknya ditemani orang tua dan dibimbing agar memiliki harapan yang realistis mengenai apa yang dapat dicapai melalui tindakan bedah. Kadang, dokter perlu menasihati mereka untuk menunggu sebelum melakukan sesuatu yang drastis. Para remaja juga dapat diberikan penawaran untuk menjalani prosedur yang lebih kecil dan ringan – di mana kondisi dapat dikembalikan seperti kondisi semula – daripada prosedur yang permanen.

Prosedur Bedah Plastik Estetik untuk Remaja

Pembentukan lipatan kelopak mata atas (upper lid plasty), rinoplasti, liposuction, dam perbaikan telinga yang besar (otoplasti) adalah beberapa prosedur yang cukup sering dilakukan pada remaja, khususnya di negara-negara Asia, karena wajah Oriental memang tidak memiliki lipatan mata atas dan bentuk hidung mereka seringkali tidak mancung. Prosedur lain yang sering dikerjakan adalah reduksi payudara pria dan memperbaiki jaringan parut bekas jerawat.

Liposuction dilakukan untuk membentuk bagian tubuh yang tidak dapat dikecilkan dengan diet ataupun olahraga, misalnya daerah pinggul. Hal ini biasanya dipengaruhi faktor genetik. Sampai usia berapapun tidak akan mengecil tanpa operasi, jadi mengapa harus menunggu?

Beberapa prosedur estetik sebaiknya tidak dilakukan pada remaja karena beberapa bagian tubuh mereka masih berkembang. Contohnya, augmentasi payudara. Liposuction juga tidak disarankan, karena remaja yang mengalami kegendutan dapat menjadi lebih langsing begitu mereka mencapai masa pertumbuhan yang lebih cepat.

Efek Samping, Komplikasi, dan Masa Penyembuhan

Setiap prosedur bedah diasosiasikan dengan risiko komplikasi. Efek samping dan komplikasi pada dasarnya sama dengan orang dewasa. Contoh komplikasi yang spesifik remaja adalah gangguan pertumbuhan struktur tertentu. Sebagian remaja mungkin tidak memiliki mental yang cukup untuk membuat keputusan tentang sebuah prosedur pembedahan. Karena itulah penting untuk mendapatkan pengawasan orang tua selama konsultasi dan izin orang tua untuk mereka yang berusia di bawah 21 tahun. Penting pula bagi sang remaja untuk memahami sepenuhnya risiko komplikasi dan efek samping. Mengenai masa penyembuhan, biasanya remaja sembuh lebih cepat dibandingkan mereka yang berusia 50-60 tahun.

 

 (Narasumber: Prasetyono TOH; oleh Kurniati R. Plastic surgery for teenagers. Cosmetic Surgery & Beauty 2010:40-5.)

 

This entry was posted in Public Education and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Prosedur Bedah Plastik untuk Remaja

  1. Teddy OHP says:

    Thank you very much. Happy to support people in need.

  2. dr. Teddy says:

    Sama-sama, semoga bermanfaat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>