Augmentasi Bokong (Buttocks Augmentation)

Seperti payudara, bokong adalah salah satu simbol kewanitaan yang utama. Bokong yang indah adalah bokong yang bundar berisi, memiliki sedikit lekuk di sisi luar atas dan di atas bokong (di area love handle), cekungan satu garis yang melengkung di bawah bokong sisi dalam dan cekungan berbentuk huruf V di atas batas pertemuan antara bokong kanan dan kiri. Dilihat dari samping, bokong yang indah tampak berisi, terkesan padat, dan memiliki batas yang bersudut tegas antara punggung bawah dan bokong. Ukuran keindahan bentuk bokong juga dipengaruhi oleh ras.

Bentuk bokong yang kurang menarik adalah bokong yang relatif rata pada usia muda, bokong yang jatuh karena kendur pada usia tua, dan bokong dengan kelebihan lemak di atas atau di bawah bokong. Bentuk tulang belakang juga perlu dipertimbangkan dalam mengamati bentuk bokong.

Untuk memperbaiki bentuk bokong, Anda dapat menambah volume dengan menempatkan implan di balik otot. Prosedur ini dapat disertai dengan liposuction. Jenis lain augmentasi bokong adalah transfer lemak dari bagian tubuh lain yang memiliki lemak berlebih. Dalam kondisi terbatas, augmentasi bokong dapat dilakukan dengan memindahkan jaringan lemak bawah kulit di area atas bokong untuk menambah massa bokong.

Prosedur augmentasi bokong dilakukan dalam bius umum. Sayatan sepanjang 8-9 cm dibuat pada lekuk antara bokong kanan dan kiri. Ruangan “pocket” dibuat antara dua otot utama bokong atau di balik selaput pembungkus otot. Implan dimasukkan, kemudian luka operasi dijahit. Prosedur berlangsung sekitar 2 jam (lebih lama bila disertai liposuction).

Setelah operasi, Anda akan diminta mengenakan pressure garment dengan bagian berlubang di area kemaluan, yang dapat dipasangkan selama 4-6 minggu. Hasil nyata dapat dilihat setelah 3 bulan. Selama masa penyembuhan, Anda harus menghindari aktivitas fisik berlebih selama 4-6 minggu. Penting bagi Anda untuk mempertahankan kestabilan berat badan, berhenti merokok, dan menjalani haya hidup sehat untuk mempertahankan hasil yang optimal.

Komplikasi yang dapat terjadi adalah perdarahan, penimbunan cairan serum, infeksi, penyembuhan luka sayatan lambat, asimetri, dan cedera saraf.

(Sumber: Prasetyono TOH. Augmentasi bokong (buttocks augmentation). Bazaar 2009 Feb;Chapter 4:62.)

This entry was posted in Public Education and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>